MDF, Medium Densty Fiberboard

Mengenal bahan MDF

MDF adalah kayu olahan dari serpih-serpih kayu. Jenis kayu yang biasa digunakan umumnya menggunakan jenis kayu buatan mdf, hpl atau hdf. Nah masing masing dari jenis kayu tersebut memiliki spesifikasi dan fungsi masing masing. Kayu buatan yang biasa di gunakan untuk mengganti kayu solid biasanya adalah jenis kayu mdf.

Medium-density fibreboard (MDF) adalah papan material yang tersusun dari kombinasi serat kayu dan serbuk kayu yang dipadatkan. MDF adalah salah satu jenis bahan yang banyak digunakan untuk membuat berbagai macam perabot seperti almari, pintu, kusen jendela, hingga meja.

Sebagaimana bahan lain pada umumnya, MDF memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri. Dalam perawatannya pun, hendaknya Anda mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya tersebut.

MDF adalah material kayu olahan yang dibuat dari kumpulan kayu dengan diameter kecil. Kumpulan kayu berdiameter kecil tersebut kemudian dicuci lalu direbus pada suhu tertentu sehingga membentuk bubur kertas. Berikutnya bubur kertas tersebut diberi lem dan wax.

Campuran antara bubur kertas, lem, dan wax tersebut kemudian diberikan tekanan dan panas untuk menghasilkan benda yang lebih solid dengan ketebalan tertentu. Umumnya, MDF akan dipotong mengikuti standar internasional yakni 1220 x 2440 mm.

Bagaimana Proses Pembuatan Kayu Mdf ?

Dari berbagai jenis log kayu berbagai ukuran, kulitnya dikupas kemudian di potong potong. Selanjutnya akan di proses menggunakan screening alat magnet yang kuat untuk mencari paku, sekrup atau logam lainya yang ada di dalam kayu. Benda benda tersebut perlu dikeluarkan karena bisa merusak mesin pemotong dan mesin press.

Log log kayu kecil tersebut dimasukkan kedalam mesin yang khusus membuat chips atau serpihan serpihan kayu kecil dan di screening. Setelah melewati proses screening kayu akan di masak dengan cara di rebus hingga lunak, lembut kemudian di campur lem dan wax.

Bahan bahan yang telah dicampur kemudian di pres dengan tekanan tinggi dan dipanaskan sehingga padat dan tebal. Untuk ketebalanya sendiri bisa disesuaikan dengan standar yang dibuat.

Dengan kelebihan dan kekurangannya tersebut, MDF adalah material yang biasanya digunakan pada furnitur fabrikasi yang dijual dalam bentuk jadi. Umumnya, bagian pelapis luarnya adalah kertas yang memiliki tekstur.

Beberapa jenis perabot yang sering kita temui terbuat dari bahan  MDF adalah lemari pakaian, meja, kusen pintu, kusen jendela hingga meja belajar. Bagi Anda yang memiliki furniture berbahan ini, sebaiknya Anda melakukan perawatan yang memadai berdasarkan kekurangan dan kelebihan produk berbahan ini.

Dengan perawatan yang tepat, Anda akan bisa meminimalisir kekurangan produk dengan bahan Medium Density Fireboard. Sehingga perabot Anda akan lebih tahan lama baik dari segi estetika maupun fungsinya.

Perawatan Furniture Kayu Mdf Sehari-Hari

Merawat furniture kayu mdf yang aman dan tidak merusak material df yang bisa di lakukan adalah dengan menggunakan biopolish. Anda bisa menyesuaikanya dengan jenis furniture yang akan dirawat. Biopolish beeswax berfungsi untuk merawat furnitur yang bersentuhan dengan makanan, bayi dan anak anak.

Seperti kitchen set, meja anak, meja makan atau furnitur di dapur dapat dirawat dengan biopolish beeswax. Biopolish linseed oil digunakan untuk merawat furnitur kayu secara umum. Anda bisa menggunakan biopolish linseed oil untuk merawat meja, kursi, almari agar terhindar dari jamur serta menjaga kondisi warna furnitur tetap tajam menawan.

Anda bisa melakukan perawatan produk MDF dengan Beeswax ataupun Biopolish Linseed Oil, selain aman produk tersebut juga akan meningkatkan estetika serta memberikan proteksi yang baik. Lakukan perawatan furniture yang ada dirumah sekarang juga dari pada anda menyesal dikemudian hari karna rusak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *